Bangka BaratHukumKriminal

Penampakan ‘Kapal Drakula’ Mentok, Diduga Terafiliasi Dengan Udin Bugis dan Akim? Lingkaran Bisnis Gelap BBM Ilegal Mencuat

193
×

Penampakan ‘Kapal Drakula’ Mentok, Diduga Terafiliasi Dengan Udin Bugis dan Akim? Lingkaran Bisnis Gelap BBM Ilegal Mencuat

Sebarkan artikel ini

BABELUPDATE.COM, BANGKA – Viralnya dua kapal kayu berjuluk drakula yang acap kali sandar di dermaga jeti nelayan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, memasuki babak baru.

Informasi yang berhasil dirangkum redaksi jejaring media ini menyebut dua kapal drakula tersebut diduga kuat erat kaitannya dengan dua nama yakni Udin dan Akim.

“Kapal drakula itu kalau tidak punya Udin punya Akim,” ujar sumber jejaring redaksi media ini, Selasa (21/4/2026).

Untuk di wilayah Bangka Barat, khususnya Mentok nama keduanya diduga santer dikaitkan dengan praktik dan bisnis gelap BBM ilegal di kota Mentok. Misalnya Udin, yang disebut-sebut acap kali membeli sekaligus memasok solar kencingan dari tengah laut perairan Mentok.

Senada dengan Akim, bahkan sumber menyebut Akim saat ini tercatat sebagai pengurus SPBU Limbung, Mentok.

“Udin ini pemain lama, orang memanggilnya udin Bugis. Biasanya dia ngambil solar kencingan dari tengah laut, lalu di bawa ke dermaga Jeti Mentok. Sama dengan Akim, pemain lama juga kalau di kalangan solar. Bahkan katanya SPBN Limbung itu sekarang yang ngurus Akim,” kata sumber.

Terkait viralnya keberadaan kapal drakula tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana dan Kasat Polairud Iptu Yudi Lasmono belum bergeming saat dikonfirmasi jejaring media ini. Selain itu, redaksi tengah berupaya melakukan upaya konfirmasi ke Udin dan Akim.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas mencurigakan dua unit kapal kayu yang dijuluki kapal drakula di dermaga Jeti nelayan Mentok mendadak viral dan memicu keresahan publik.

Kapal-kapal tersebut diduga kuat menjadi sarana pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal setelah rekaman videonya diunggah oleh aktivis lokal, Alfani, melalui akun Facebook pribadinya Alfani Tuk Sangka, pada Rabu (04/03/2026) lalu.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah tangki penampung (tedmon) berkapasitas jumbo tersusun rapi di atas geladak kapal.

Keberadaan wadah raksasa ini diduga kuat berfungsi sebagai bunker penyimpanan sementara untuk menampung ribuan liter solar ilegal sebelum diselundupkan ke daratan melalui akses dermaga nelayan tersebut.

Selain tedmon, tampak pula selang berukuran besar yang melingkar di sekitar wadah penampung tersebut. Selang-selang itu diduga digunakan untuk memindahkan minyak dari kapal tanker ke tedmon, sekaligus sebagai jalur distribusi BBM dari kapal kayu menuju daratan.

“Kire kapal nelayan ne, rupe e kapal solar kayak disini ni. Luar biase bahan bakar yang masuk pelabuhan,” tulis Alfani dalam unggahan videonya di media sosial.

Ia juga menyinggung dugaan praktik distribusi solar yang berlangsung cukup lama di kawasan tersebut.

“Kira-kira siapa yang dirugikan dengan kapal drakula penghisap dan penyembur BBM solar. Dak kaleng-kaleng lah tahunan, kata aktivitas nelayan di jembatan jeti. Artie solar bebas gas, dak bebas patut dapat bintang,” tulisnya lagi dalam unggahan tersebut.

Saat dikonfirmasi tim redaksi, Sabtu (07/03/2026) sekitar pukul 13.36 WIB lalu, Alfani yang juga Ketua LSM Gempar mengaku menemukan keberadaan kapal tersebut secara tidak sengaja saat berolahraga pagi di sekitar kawasan jeti nelayan Mentok.

“Dak tau tu punye siape. Kebetulan agik joging, liat orang mukat. Terus liat nelayan ikan, cuman aneh kapal tu ade di situ,” ujar Alfani.

Menurutnya, selama ini pihaknya memang kerap mendengar informasi dari nelayan terkait dugaan adanya kapal yang membawa solar masuk ke kawasan pelabuhan.

“Hanya kite dengar sering ade dugaan solar masuk pelabuhan, namun kapalnya kenapa ada di jeti nelayan,” katanya.(Tim)