Bangka TengahHukumKriminal

Terungkap di Sidang Siasat Licik Herman Fu Cs Sembunyikan Ekskavator Pakai Kamuflase Daun

110
×

Terungkap di Sidang Siasat Licik Herman Fu Cs Sembunyikan Ekskavator Pakai Kamuflase Daun

Sebarkan artikel ini

BABELUPDATE.COM, BANGKA – Empat terdakwa penambangan ilegal di kawasan hutan Sarang Ikang dan Nadi, Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah kembali diadili.

Mereka adalah, Herman Fu adalah pemilik alat berat, Yulhaidir alias H Yul pelaksana lapangan, Iguswan Saputra pemilik tambang di Nadi dan Mardiansyah mantan KPH, Sembulan Dishut Babel.

Dalam sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejati Babel, menghadirkan sejumlah saksi di sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Selasa (5/5/2026)

Dalam sidang kemarin, salah satu saksi yang bertindak sebagai anggota tim 2 dalam operasi penertiban menceritakan kronologi penemuan sejumlah alat berat dan peralatan tambang ilegal di lokasi yang disasar.

Menurutnya, saat tim tiba, lokasi dalam keadaan kosong, namun berbagai indikasi menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan baru saja dihentikan dan pelaku diduga baru saja melarikan diri.

Dalam persidangan, saksi menjelaskan bahwa sebelum bergerak, seluruh personel dibagi menjadi dua tim dan diberikan pengarahan terlebih dahulu.

“Jadi pada hari itu sebelum berangkat kita ada briefing sama Korwil, itu dibagi 2 Tim. Saya masuk Tim 2 menuju ke Sarang Ikan,” ujar saksi.

Lanjutnya, tim 2 diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Selama di lapangan, tim melakukan penyisiran di darat sesuai dengan titik-titik target yang telah ditentukan.

“Pada saat penyisiran kita menemukan beberapa kawasan atau tambang yang memang pada saat kita datang itu sudah tidak ada orang,” tuturnya.

Tim Udara Deteksi Alat Berat Disamarkan

 Momen krusial terjadi ketika tim menerima informasi dari Tim Udara yang melakukan pengawasan dari atas. Ditemukan adanya alat berat yang sengaja disembunyikan.

“Kita mendapat informasi dari tim udara bahwa adanya penampakan dari atas terhadap alat berat yang disamarkan, ditutupi dengan daun. Pada saat itu kita langsung menuju lokasi dan menemukan alat berat tersebut,” jelasnya.

Meski berhasil menemukan lokasi dan alat bukti, saksi menegaskan bahwa saat tim datang memang tidak menemukan adanya aktivitas berjalan maupun orang di lokasi.

“Artinya sudah sampai ke lokasi target ya, tapi tidak menemukan aktivitas di sana,” tambahnya.

Indikasi Pelaku Baru Saja Kabur

Meskipun lokasi dalam keadaan kosong, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa tempat tersebut baru saja ditinggalkan. Saksi menjelaskan berbagai temuan yang menjadi petunjuk kuat.

“Tapi kita menyusuri, menemukan bubuk-bubuk segala macam, alat-alat tambang, dan di gubuk itu juga kita indikasikan bahwa tidak lama sebelum kita datang ada orang di situ,” ungkap saksi.

Indikasi tersebut antara lain ditemukannya kegiatan memasak yang masih berlangsung, rokok yang masih menyala, hingga suhu mesin alat tambang yang masih terasa panas.

“Dengan indikasi adanya kegiatan alat masak yang sedang hidup, ataupun rokok yang memang masih menyala, dan alat-alat tambang yang kita pegang mesinnya dalam keadaan masih panas gitu kan? Tapi pada saat kita datang memang sudah tidak beraktivitas dan kita indikasikan mereka sudah lari beberapa saat sebelum kita datang,” tegasnya.

Dalam operasi penyisiran tersebut, tim menemukan titik-titik tambang yang tersebar cukup luas.

“Kita menyusuri beberapa titik Pak ya, perkiraan saya itu dengan radius 2-3 kilo, karena pada saat menyusuri itu kurang lebih 7 sampai 8 titik,” pungkasnya.(Red)