Bangka Barat

Viral Emak-Emak Histeris Halau Satpam dan Polisi Tangkap Penambang Ilegal di HGU PT GSBL Secara Paksa

1689
×

Viral Emak-Emak Histeris Halau Satpam dan Polisi Tangkap Penambang Ilegal di HGU PT GSBL Secara Paksa

Sebarkan artikel ini

BABELUPDATE.COM, BANGKA BARAT – Viral beredar video sejumlah emak-emak berteriak histeris di area perkebunan kelapa sawit. Selain histeris, mereka berusaha menghalau sejumlah pria yang berusaha menangkap penambang warga setempat.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 56 detik tersebut terlihat beberapa orang yang belakangan diketahui sebagai penambang ilegal ditangkap dan diseret ke mobil oleh sejumlah pria bertubuh kekar.

Belakangan, lokasi penangkapan tersebut diketahui berada di area Hak Guna Usaha (HGU) PT GSBL Dusun Ibul Lume, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Mereka yang ditangkap, disebut merupakan penambang ilegal berskala kecil.

Gerombolan pria tersebut diduga merupakan Satuan Pengaman (Satpam) dan pihak kepolisian dari Polres Bangka Barat.

Dalam video terdengar suara wanita yang disinyalir keluarga dari penambang memohon sambil berteriak histeris.

“Pak tolong lah pak, masa ikak Polisi nangkep e macem ni pak, kayak nangkep tindak kriminal bae (red- masa kalian polisi nangkapnya kayak gini), jangan kayak gini lah pak, jangan cara kasar lah pak, jangan kasar,” teriak salah satu wanita dalam vidio tersebut

Video tersebut mempertontonkan aksi tak lazim penangkapan sejumlah penambang ilegal. Selain posisi tangan diborgol mereka diseret, dipaksa masuk ke mobil. Bahkan tak sedikit yang tersungkur ke kubangan lumpur.

Layaknya penjahat kriminal, mereka para penambang digiring secara paksa kedalam kendaraan yang diduga milik Kepolisian Bangka Barat.

“Jangan kayak gitu lah pak nangkep e, secara baik-baik bae. (Jangan seperti itu lah pak menangkapnya secara baik baik saja),” ketus wanita di dalam video.

Sepanjang adegan penangkapan terdengar isak tangis penambang yang diduga diperlakukan kurang manusiawi. Bahkan sampai ada yang mengucapkan lavas asma Tuhan.

“Laila hailallaah,” ucap seorang lelaki tua berambut putih, yang dari raut wajahnya sambil menahan sakit, yang diduga tangan nya sudah kena borgol.

Sementara seorang yang diduga Polisi dengan mengenakan baju kemeja hitam bertuliskan CRIME HUNTER menganjurkan keluarga yang diamankan, agar ke Polres.

“Kagek kekantor bae (nanti ke kantor saja), langsung ke Polres, ” sebut salah satu pria didalam vidio.

“Ayo masuk mobil, langsung ke Polres,” teriak seseorang yang berada di TKP.

Sementara narasumber media ini mengakui, kalau penangkapan para penambang tersebut bukan hanya dari Satuan Pengaman PT GSBL saja, tapi dibantu empat orang dari aparat Kepolisian.

“Ada empat orang Polisi bang, dari Polres,” ungkap Narsum yang tidak mau namanya disebut.

Kendati fakta dilapangan menunjukan demikian, sayangnya Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah menampik isu itu semua. Ia mengatakan, kalau penangkapan para penambang tersebut dilakukan oleh Satuan Pengaman (Satpam) PT GSBL.

“Setahu saya bukan Polres mas, dari Satpam GSBL yang melakukan penertiban,” kata Kapolres Bangka Barat Ade Zamrah, ketika dikonfirmasi media ini.

Awak media juga sempat mempertanyakan adanya pria yang diduga sebagai anggota kepolisian dari Polres Bangka Barat. Pria tersebut tampak mengenakan kemeja hitam bertuliskan crime hunter sebagaimana keterangan narasumber, dan bukti vidio yang beredar. Namun lagi-lagi Ade Zamrah menepisnya.

“Satpam GSBL mas terimakasih, Silahkan ke satpam GSBL ya mas,” tulisnya.

Menurut sumber google, Crime Hunter adalah sebuah tim khusus pemburu penjahat jalanan. Salah satu contoh yang dibentuk oleh Kapolrestabes Surabaya.

Kisah pilu para penambang berskala kecil acap kali berbanding terbalik dengan cukong tambang skala besar yang menggunakan banyak alat berat di lokasi yang sama.

Bahkan diduga hingga sekarang aktivitas para cukong masih aman-aman saja beraktivitas di HGU PT GSBL, hingga terkesan aparat penegak hukum terkesan tebang pilih.

Penegakan hukum yang dilakukan APH setempat justru mengarah ke penambang skala kecil. Sementara, tambang ilegal skala besar melenggang bebas. Sampai berita ini dipublikasi awak media tengah berupaya melakukan konfirmasi pihak perusahaan.

Penulis : Edoy Jb

Editor: Anthoni